Link Copied
Lebih Ramah Lingkungan, Mobil Listrik Makin Diminati

Lebih Ramah Lingkungan, Mobil Listrik Makin Diminati

By wuri hardiastuti
Memasuki tahun 2022, mobil listrik bakal jadi tren baru di seluruh dunia. Produsen mobil mulai gencar memasarkan mobil listrik dengan harga yang terjangkau.

Penjualan Mobil Listrik di China Naik Drastis Sepanjang 2021

Penjualan Mobil Listrik di China Naik Drastis Sepanjang 2021


Era mobil listrik resmi dimulai, penjualan kendaraan listrik (EV) di China meningkat 160 persen menjadi 2,91 juta unit untuk 2021. Seperti dilansir dari Asia Nikkey Minggu 16/1/2021, menurut Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM), penjualan kendaraan baru di negara itu meningkat 3,8 persen menjadi 26,27 juta unit.

Penjualan Plug-In Hybrid juga berlipat ganda menjadi 600.000 unit, menunjukkan bahwa kendaraan energi baru dapat menggantikan penurunan penjualan kendaraan biasa bahkan selama masa krisis dengan pasokan chip dan semikonduktor.

Pemerintah China juga terlihat akan memperketat industri otomotif untuk memastikan negara bekas komunis itu tetap menjadi kekuatan baru di dunia. otomotif. Perusahaan otomotif China diwajibkan oleh pemerintah negara itu untuk memiliki persentase tertentu dari produksi dan penjualan kendaraan energi baru. Selain itu, China juga akan memperpanjang masa subsidi yang berakhir pada akhir tahun.

China ternyata sudah berhasil membangun sebanyak 1,6 juta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station. Progres ini mengalahkan seluruh negara di dunia. Berdasarkan data China Electric Vehicle Charging Infrastructure Promotion Alliance, seluruh 2,6 juta SPKLU itu dibangun di berbagai wilayah yang ada di China.

Penambahan paling besar menurut mereka terjadi pada 2021 dimana sebanyak 936.000 SPKLU didirikan untuk membantu penggunaan mobil listrik. Masih dalam data yang sama, sebanyak 43 persen SPKLU yang didirikan berada di tempat umum. Sisanya dibuat di wilayah-wilayah bisnis dan pusat perdagangan.

Untuk jenis colokan yang disediakan terbagi dua yakni AC dan DC. Hanya 589 SPKLU yang memiliki dua colokan AC dan DC sekaligus. Capaian yang dilakukan China ini memang tergolong fantastis. Pasalnya jika dibandingkan negara-negara lain, belum ada yang mampu menyamai.

Kanada Bersiap Kembangkan Mobil Listrik Nasional

Kanada Bersiap Kembangkan Mobil Listrik Nasional


Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif Kanada (APMA) sedang bersiap untuk mengembangkan mobil listrik nasional dengan mengerahkan seluruh anggotanya. Proyek mobil listrik ini dinamakan Project Arrow, yang dulunya merupakan nama proyek untuk pembuatan pesawat tempur nasional.

Pertama kali, APMA melontarkan gagasan untuk menciptakan mobil listrik yang dikembangkan sepenuhnya di Kanada, dari konsepsi hingga produksi pada tahun lalu saat acara Consumer Electronics Show (CES) 2020.

APMA menargetkan bisa membuat prototipe mobil listrik itu pada 2022. Selanjutnya, prototipe itu akan melakukan roadshow dan ikut ajang CES 2023.

Frasier Dunn kepala tim Project Arrow mengatakan, timnya sedang mengerjakan pembuatan bodi crossover dengan delapan stempel besar yang menggunakan teknik cutting. Untuk bagian depan dan belakang, Project Arrow akan mengambil inspirasi dari Tesla Model Y.

"Konsep dasar virtual desain akan diwujudkan ke dalam prototipe tersebut. Elemen struktural yang biasanya tersembunyi di balik trim plastik akan dipamerkan menjadi bagian dari desain," kata Dunn seperti dikutip Autoblog, Minggu (2/2/2022).

Project Arrow kemungkinan akan membuat prototipe crossover listrik dengan tujuan bersaing dengan Model Y dan Volkswagen ID.4.

Perusahaan Kanada Martinrea International dan NanoXplore yang membentuk perusahaan baterai listrik bernama VoltaXplore kemungkinan akan mejadi pemasok baterai mobil tersebut.

APMA mewakili sekitar 90% pemasok mobil Kanada dan lebih dari 400 anggotanya menyatakan minatnya untuk menjadi bagian dari Project Arrow.

Pengembang menargetkan bisa melepas produk ini ke pasar pada 2025. Pemerintah Kanada sendiri sudah menyuntikan anggaran sebesar USD3,9 juta AS ke dalam proyek tersebut.

Meski begitu, dengan pengembangan pembiayaan APMA, Project Arrow agak terkendala dengan suku cadang dan dana. "Kami akan merancang mobil dengan spesifikasi yang tepat sesuai dengan yang bisa kami lakukan sebagai OEM," kata Dunn.

Subaru Buka Pesanan Mobil Listrik Solterra, DP Cuma Rp3,5 Juta,

Subaru Buka Pesanan Mobil Listrik Solterra, DP Cuma Rp3,5 Juta,


Subaru mengumumkan mulai membuka pesanan untuk crossover 2023 Solterra baterai-listrik hingga 28 Februari 2022 mendatang. Untuk melakukan pesanan, pecinta Subaru harus mentransfer uang muka sebesar USD250 atau setara Rp3,5 juta.

Perusahaan masih belum mengumumkan harga resmi untuk mobil listrik terbaru yang diluncurkan pada April atau Mei 2022. Pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada Juni 2022.

Dikutip dari Autoblog, Senin (14/2/2022), sejauh ini Subaru baru merilis empat warna Solterra, Cosmic White Pearl, Elemental Red Pearl, Galactic Black, dan Smoked Carbon.

Solterra akan menjadi pasar kedua dari trio crossover EV yang dibuat Subaru dan Toyota, yakni Toyota bZ4X yang diperkirakan akan tiba pada bulan Mei 2022 dan dilanjutkan dengan peluncuran Lexus RZ di akhir tahun.

Model Solterra akan mengadopsi interior Toyota bZ4X dengan hanya sedikit perubahan. Mobil ini juga akan menggunakan baterai lstrik yang sama dengan bZ4X, yaki kapasitas 71,4 kWh. Eksteriornya masih memiliki kahs Subaru, seperti sistem AWD simetris standar yang terkenal.

Di bagian mesin, Solterra akan menggunakan motor ganda yang menghasilkan gabungan 215 tenaga kuda dan torsi 248 pon-kaki. Mobil ini akan mampu menempuh jarak 350 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Baterai dapat mengisi daya hingga 150 kW dan dapat mengisi daya hingga 80% dalam waktu sekitar 30 menit saat dicolokkan ke pengisi daya cepat DC. Untuk memudahkan pengisian ulang, Subaru bermitra dengan jaringanpengisian daya AS EVgo.

Kerjasama ini akan memberikan pemilik Subaru akses ke lebih dari 800 lokasi pengisian cepat publik dan 1.200 lebih kios pengisian daya L2 yang mencakup 68 wilayah metropolitan dan 35 negara bagian.

Fokus Produksi Mobil Listrik, Honda Bakal Tutup Pabrik di Sayama

Fokus Produksi Mobil Listrik, Honda Bakal Tutup Pabrik di Sayama


Honda Motor dilaporkan telah menghentikan semua operasi perakitan kendaraan di pabrik Sayama, Prefektur Saitama di Jepang pada akhir tahun lalu.

Seperti yang ditulis Nikkei Asia Senin (7/2/2022), penutupan singkat telah berlangsung di fasilitas tersebut pada 27 Desember untuk menandai berakhirnya operasi perakitan di pabrik tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana pemotongan anggaran radikal yang diumumkan tahun lalu, termasuk mengadaptasi sistem pengembangan kendaraan baru serta menarik diri dari program balap F1.

Sementara itu, pabrik yang pernah merakit Civic, Accord, Step WGN, dan Odyssey akan tetap beroperasi, namun didedikasikan untuk memproduksi suku cadang saja sebelum ditutup total dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Setelah itu, pengoperasian pabrik akan direlokasi ke fasilitas Yorii yang juga terletak di Saitama dalam upaya untuk menekan biaya tetap dan meningkatkan tingkat operasi saat ini.

Fasilitas Sayama sebelumnya mampu memproduksi sekitar 250.000 unit kendaraan per tahun, dan berkontribusi terhadap kapasitas produksi dalam negeri hingga 1 juta unit kendaraan yang diproduksi di Sayama, Yorii bahkan Suzuka.

Dengan ditutupnya fasilitas Sayama, total kapasitas produksi Honda turun menjadi 800.000 unit per tahun yang dikontribusikan oleh pabrik Yorii, Suzuka dan Honda Auto Body yang berlokasi di Provinsi Mie.

Dibandingkan dengan rekan senegaranya, Toyota Motor tidak memiliki rencana untuk mengurangi kapasitas produksi di Jepang (lebih dari 3 juta unit per tahun), diikuti oleh Nissan Motor (1,34 juta unit).

Salah satu faktor di balik manufaktur skala kecil Honda di Jepang adalah pasar Jepang yang merupakan persentase kecil dari total penjualan global jika dibandingkan dengan para pesaingnya.

Untuk tahun fiskal 2018, Honda menjual 740.000 unit kendaraan di Jepang, atau 14 persen dari total penjualan global. Toyota mampu menjual hingga 2,29 juta unit kendaraan atau 22 persen dari total penjualan global.

Di negara lain seperti Amerika Serikat, Honda berhasil menjual 1,61 juta unit kendaraan (30 persen) dan 1,46 juta unit kendaraan di China (28 persen).

Karena persentase pendapatan penjualan yang besar secara global, Honda memiliki sistem produksi yang lebih global, dan mobil yang dijual di Jepang belum tentu diproduksi secara lokal, seperti contoh Honda Accord yang merupakan unit CBU dari Thailand.

Pentingnya pasar AS dan China terhadap volume penjualan global Honda membuat pabrikan berniat menghentikan produksi mobil dengan mesin pembakaran internal pada tahun 2040.

Dengan penutupan fasilitas di Sayama, fasilitas perakitan Yorii akan bertindak sebagai 'pabrik utama' Honda dan saat ini digunakan untuk merakit EV pertama Honda.
(wur)