Ukraina Terus Bermanuver, Rusia Terdesak?
Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:37 WIB
Ukraina terus bermanuver, Rusia terdesak?
Foto/X/@ZelenskyyUa
Presiden Rusia Vladimir Putin kehabisan waktu untuk memenangkan perangnya melawan Ukraina, di tengah kebuntuan di medan perang dan meningkatnya masalah di dalam negeri. Itu diungkapkan seorang kepala intelijen Eropa kepada CNN.
"Dalam empat atau lima bulan ke depan, Putin mungkin tidak lagi dapat bernegosiasi dari posisi yang kuat,” kata Kaupo Rosin, kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Estonia, dalam sebuah wawancara di markas besar badan intelijen tersebut di Tallinn, dilansir CNN.
Rosin merinci kombinasi tekanan ekonomi, militer, dan sosial yang dihadapi Putin yang dapat memaksanya untuk duduk di meja perundingan. “Waktu tidak berpihak pada Rusia,” katanya.
Sebagai bekas republik Soviet, Estonia kini menjadi pos pengamatan bagi NATO, dan Rosin menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menganalisis peristiwa di dalam negara tetangganya yang otoriter dan bermusuhan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin kehabisan waktu untuk memenangkan perangnya melawan Ukraina, di tengah kebuntuan di medan perang dan meningkatnya masalah di dalam negeri. Itu diungkapkan seorang kepala intelijen Eropa kepada CNN.
"Dalam empat atau lima bulan ke depan, Putin mungkin tidak lagi dapat bernegosiasi dari posisi yang kuat,” kata Kaupo Rosin, kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Estonia, dalam sebuah wawancara di markas besar badan intelijen tersebut di Tallinn, dilansir CNN.
Rosin merinci kombinasi tekanan ekonomi, militer, dan sosial yang dihadapi Putin yang dapat memaksanya untuk duduk di meja perundingan. “Waktu tidak berpihak pada Rusia,” katanya.
Sebagai bekas republik Soviet, Estonia kini menjadi pos pengamatan bagi NATO, dan Rosin menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menganalisis peristiwa di dalam negara tetangganya yang otoriter dan bermusuhan tersebut.