AS Serang Iran, Siapa yang Menang?
Selasa, 24 Juni 2025 - 14:43 WIB
AS serang Iran, Teheran pun membalas.
Foto/X/@AI_Fact_Checker
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, Presiden Donald Trump mengumumkan Sabtu malam lalu, menyebutnya sebagai "keberhasilan militer yang spektakuler." AS ingin menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran dan penghentian ancaman nuklir milik Iran.
Tapi, Iran berulang kali berjanji untuk membalas jika AS bergabung dalam serangan Israel, yang dimulai dengan serangan udara terhadap situs nuklir Iran dan target militer pada 13 Juni. Iran telah menanggapi dengan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap kota-kota Israel.
Iran sudah menyerang pangkalan militer AS di Qatar. Sebelum Iran beraksi, Trump sudah memberikan ancaman. "Setiap balasan Iran akan dihadapi dengan kekuatan yang lebih besar," ancam Trump.
Intervensi Trump itu merupakan kesuksesan PM Israel Benjamin Netanyahu yang sudah menggempur Teheran pada 13 Juni 2025. Perang Zionis dan Iran kini sudah memasuki pekan kedua, dengan serangan udara Israel yang menargetkan situs nuklir dan militer, jenderal tinggi, dan ilmuwan nuklir. Setidaknya 657 orang, termasuk 263 warga sipil, telah tewas di Iran dan lebih dari 2.000 orang terluka, menurut kelompok hak asasi manusia Iran yang berpusat di Washington.
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, Presiden Donald Trump mengumumkan Sabtu malam lalu, menyebutnya sebagai "keberhasilan militer yang spektakuler." AS ingin menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran dan penghentian ancaman nuklir milik Iran.
Tapi, Iran berulang kali berjanji untuk membalas jika AS bergabung dalam serangan Israel, yang dimulai dengan serangan udara terhadap situs nuklir Iran dan target militer pada 13 Juni. Iran telah menanggapi dengan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap kota-kota Israel.
Iran sudah menyerang pangkalan militer AS di Qatar. Sebelum Iran beraksi, Trump sudah memberikan ancaman. "Setiap balasan Iran akan dihadapi dengan kekuatan yang lebih besar," ancam Trump.
Intervensi Trump itu merupakan kesuksesan PM Israel Benjamin Netanyahu yang sudah menggempur Teheran pada 13 Juni 2025. Perang Zionis dan Iran kini sudah memasuki pekan kedua, dengan serangan udara Israel yang menargetkan situs nuklir dan militer, jenderal tinggi, dan ilmuwan nuklir. Setidaknya 657 orang, termasuk 263 warga sipil, telah tewas di Iran dan lebih dari 2.000 orang terluka, menurut kelompok hak asasi manusia Iran yang berpusat di Washington.