Atlet Indonesia Moncer di Berbagai Cabang Olahraga
Susanto
Rabu, 05 November 2025, 17:45 WIB
Di tengah dominasi bulu tangkis sebagai kebanggaan olahraga nasional, geliat cabang lain mulai memancar terang dari angkat besi hingga panjat dinding
Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Angkat Besi Dunia
Nama Rizki Juniansyah kini tercatat dalam sejarah olahraga dunia. Di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Norwegia, lifter muda Indonesia ini bukan hanya menyumbang dua medali emas, tetapi juga memecahkan rekor dunia clean & jerk dengan angkatan fantastis 204 kilogram.
Rizki juga meraih posisi ketiga di nomor snatch dengan 157 kilogram, mengumpulkan total 361 kilogram. Tak kalah gemilang, dua lifter Indonesia lainnya ikut naik podium: Rahmat Erwin Abdullah membawa pulang perak, sementara Eko Yuli Irawan, sang legenda angkat besi Indonesia, menambah koleksi perunggu.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa pembinaan atlet nasional kini semakin berbuah. “Rizki, Rahmat, dan Eko adalah bukti nyata bahwa regenerasi atlet Indonesia berjalan dengan baik. Mereka membuktikan kita bisa bersaing, bahkan memimpin di panggung dunia,” ujarnya.
Panjat Tebing Indonesia Setinggi Puncak Dunia
Dari lintasan dinding vertikal, Kiromal Katibin kembali menegaskan dominasi Indonesia di cabang panjat tebing dunia. Ia menutup musim kompetisi 2025 sebagai pemanjat nomor satu dunia di disiplin
speed climbing dengan total 3.945 poin, merebut kembali posisi teratas dari atlet Amerika Serikat, Samuel Watson.
Sementara itu, di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil luar biasa. Ia meraih emas World Games 2025 Chengdu pada nomor speed four-lane — format baru yang pertama kali diikuti Indonesia. Tak berhenti di situ, Desak juga menorehkan emas di Krakow dan perak di Chamonix, menegaskan dirinya sebagai salah satu pemanjat tercepat dunia dengan catatan waktu di bawah enam detik.
Di nomor lead, nama-nama muda seperti Putra Tri Ramadani, Sukma Lintang Cahyani, dan M. Rizky Simatupang mulai menembus level dunia. Putra bahkan berhasil mencapai final Piala Dunia Panjat Tebing di Slovenia, finis di posisi keenam — pencapaian bersejarah bagi cabang lead Indonesia.
Janice Tjen Hidupkan Kembali Kejayaan Tenis Indonesia
Dari lapangan keras Chennai, India, Janice Tjen mengembalikan kejayaan tenis Indonesia yang telah lama dinantikan. Ia menorehkan sejarah di WTA 250 Chennai Open 2025 dengan meraih dua gelar sekaligus — juara tunggal putri dan ganda putri bersama Aldila Sutjiadi.
Janice menundukkan petenis Australia Kimberly Birrell 6-4, 6-3 di final tunggal, menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA sejak Angelique Widjaja pada 2002. Bersama Aldila, ia juga menaklukkan pasangan Storm Hunter (Australia) dan Monica Niculescu (Rumania) di nomor ganda.
Prestasi itu membuat peringkat Janice melonjak ke 50 besar dunia, menjadikannya salah satu petenis Asia Tenggara paling menjanjikan saat ini. PELTI memuji pencapaian Janice sebagai tonggak penting kebangkitan tenis nasional dan inspirasi bagi generasi baru.
Megawati Hangestri: Dari Proliga ke Pemain Voli Terbaik Dunia
Di cabang bola voli, Megawati Hangestri Pertiwi menorehkan tinta emas dengan dinobatkan sebagai Pemain Voli Putri Terbaik Dunia versi Volleybox tahun 2025.
Kiprah Megawati semakin mendunia setelah menjadi pemain Asia pertama yang meraih gelar MVP Liga Voli Korea 2023/2024, membawa klubnya Red Sparks ke posisi runner-up musim 2024/2025. Ia juga sukses mempersembahkan gelar juara Proliga 2024 bersama Jakarta BIN, sekaligus menyabet penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Sebelumnya berkarier di Liga Voli Turki bersama Manisa BBSK, Megawati tampil konsisten dengan rekor kemenangan sempurna dalam dua bulan pertama kompetisi. Di level nasional, ia masih menjadi pilar utama timnas, membawa Indonesia ke podium SEA Games dan ajang Asia.
Esports Indonesia Tak Kalah Menggigit di Dunia Digital
Gelombang prestasi Indonesia juga bergema di dunia digital. Dalam beberapa tahun terakhir, tim-tim esports Indonesia seperti Rex Regum Qeon, Bigetron Esports, dan Evos Esports menorehkan sederet gelar juara dunia di berbagai turnamen bergengsi.
Rex Regum Qeon meraih tiga gelar dunia di Point Blank International Cup (2017), PUBG Mobile Star Challenge (2018), dan Point Blank World Cup (2019). Bigetron Esports juga menorehkan sejarah di PUBG Mobile Club Open: Malaysia 2019, sementara Evos Esports mengangkat trofi M1 Championship dan Free Fire World Cup 2019.
Prestasi itu berlanjut di SEA Games 2021 dan 2023, di mana Indonesia menempati posisi juara umum esports Asia Tenggara, membawa pulang total 5 medali emas dan 5 perak dari dua edisi terakhir.
Era Baru Olahraga IndonesiaRangkaian pencapaian di atas menegaskan bahwa kejayaan olahraga Indonesia kini tak lagi hanya milik bulu tangkis. Dari kekuatan fisik di arena angkat besi, kecepatan di dinding panjat, ketangguhan di lapangan tenis, hingga kehangatan solidaritas tim voli dan inovasi dunia digital esports — semua menunjukkan wajah baru olahraga Indonesia yang kian modern, beragam, dan mendunia.
Indonesia kini berdiri sejajar dengan negara-negara besar dalam hal pembinaan atlet lintas cabang. Tahun 2025 menjadi bukti: semangat juang, profesionalisme, dan pembinaan jangka panjang telah melahirkan generasi atlet yang siap mengibarkan Merah Putih di panggung mana pun.
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari
Follow