Mimpi Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026
Susanto
Rabu, 08 Oktober 2025, 17:58 WIB
Mimpi Timnas Indonesia menembus Piala Dunia bukan mustahil. Perubahan format dan perluasan peserta pada Piala Dunia 2026 membuka peluang emas bagi Merah Putih.
Mimpi Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2026
Mimpi
Timnas Indonesia menembus Piala Dunia kini tak lagi terdengar mustahil. Perubahan format dan perluasan peserta pada
Piala Dunia 2026 membuka peluang emas bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, untuk menulis sejarah baru di panggung sepak bola dunia.
Turnamen empat tahunan itu akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama. Ini menjadi edisi pertama dengan 48 negara peserta, meningkat drastis dari format lama yang hanya menampung 32 tim. Total 104 pertandingan akan dimainkan dalam rentang 39 hari, menjadikannya turnamen terbesar sepanjang sejarah sepak bola modern.
Bagi Indonesia, ekspansi ini membawa harapan. Dengan tambahan jatah untuk Asia, Tim Garuda berpeluang tampil untuk pertama kalinya di ajang paling bergengsi itu.
Jalan Panjang Menuju Babak Keempat
Setelah menembus tiga fase kualifikasi, Indonesia kini bersiap menjalani putaran keempat zona Asia. Meski gagal merebut tiket langsung di putaran ketiga—yang diisi oleh Iran, Jepang, Korea Selatan, Australia, Yordania, dan Uzbekistan—Rizky Ridho dan kawan-kawan masih memiliki satu kesempatan lagi.
Di fase ini, Indonesia tergabung di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Pertandingan pertama melawan Arab Saudi akan berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB, disiarkan langsung oleh RCTI dan Vision+.
Tantangan jelas tidak ringan. Arab Saudi, tim langganan Piala Dunia, kini menempati peringkat 59 dunia dengan 1.420 poin FIFA—jauh di atas Indonesia yang berada di posisi 119 dunia. Namun, skuad Garuda datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 2-0 atas Arab Saudi di Jakarta pada November 2024, kemenangan pertama Indonesia sepanjang sejarah pertemuan kedua negara.
Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda yang kini menahkodai tim, menegaskan bahwa mimpi ke Piala Dunia adalah target realistis, bukan sekadar wacana. “Kami tahu apa yang kami hadapi, tapi kami juga tahu apa yang kami miliki,” katanya dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Skuad Garuda Semakin Kompetitif
Timnas Indonesia kini jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Sejumlah pemain naturalisasi dari Eropa memberi warna dan kedalaman skuad yang belum pernah ada sebelumnya.
Nama-nama seperti Jay Idzes (Sassuolo), Calvin Verdonk (Lille), Kevin Diks (Fiorentina), dan Maarten Paes (FC Dallas) memperkuat lini belakang dan tengah, sementara di depan ada Ole Romeny, penyerang Oxford United yang mencetak tiga gol dalam empat laga terakhir sebelum cedera.
Jika Romeny absen,
Patrick Kluivert masih memiliki alternatif seperti Ramadhan Sananta, Ragnar Oratmangoen, atau Mauro Zijlstra. Sementara Marselino Ferdinan, yang menjadi pahlawan kemenangan atas Arab Saudi tahun lalu, diharapkan kembali tampil memikat di lini tengah.
Kluivert tampaknya akan tetap memakai formasi 4-2-3-1, yang dinilai paling seimbang untuk menjaga stabilitas antara serangan dan pertahanan.
Laga Krusial di Jeddah
Pertandingan perdana di Jeddah diprediksi berjalan ketat. Arab Saudi tentu ingin membalas kekalahan tahun lalu. Pelatih Hervé Renard kemungkinan akan menurunkan Salem Al-Dawsari, bintang Al-Hilal yang telah mencetak 25 gol untuk negaranya, bersama Firas Al-Buraikan di lini depan.
Meski begitu, statistik menunjukkan tren positif Indonesia: dua pertandingan terakhir melawan Arab Saudi berakhir tanpa kekalahan. Catatan lima laga terakhir Garuda juga impresif—mengalahkan Bahrain dan Cina, menahan imbang Lebanon, serta mencatat
clean sheet tiga kali.
Kemenangan di laga ini tak hanya penting bagi moral tim, tapi juga berdampak pada peringkat FIFA. Jika Indonesia menang, poinnya akan bertambah 18,32, naik ke peringkat 113 dunia, melewati Vietnam dan Lebanon. Hasil imbang tetap menguntungkan karena bisa menaikkan Indonesia ke posisi 116 dunia.
Antara Asa dan Realitas
Untuk bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026, Indonesia harus finis sebagai juara grup. Jika menempati posisi kedua, masih ada peluang melalui putaran kelima kualifikasi untuk memperebutkan tiket playoff antar-konfederasi.
Harapan besar kini disematkan pada skuad muda Indonesia. Dengan dukungan penuh federasi dan fanatisme suporter di Tanah Air, perjalanan menuju Piala Dunia bukan lagi sekadar impian yang jauh di awang-awang.
Kini, Garuda hanya perlu membuktikan bahwa mereka bukan hanya datang untuk mencuri perhatian, tetapi untuk menulis sejarah dengan tinta emas.
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari
Follow