Jalur Kereta Hejaz Dihidupkan, Timur Tengah Akan Bangkit?

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:04 WIB
Jalur kereta Hejaz dihidupkan, Timur Tengah akan bangkit?
Foto/X/@ragipsoylu

Setelah Israel dan AS berperang melawan Iran, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghabiskan bulan-bulan yang sama melakukan apa yang paling ia kuasai: mengubah bencana regional menjadi keuntungan strategis pribadi.

Menteri Transportasi Saudi Saleh Al-Jasser dan mitranya dari Turki sudah menandatangani nota kesepahaman komprehensif untuk koridor kereta api darat baru. Tujuan yang dinyatakan bersifat praktis: melewati Selat Hormuz yang hampir tertutup, memangkas waktu transit kargo dari lebih dari tiga puluh hari melalui laut menjadi kurang dari dua minggu melalui darat, dan menyelamatkan rantai pasokan Teluk yang tercekik sejak perang AS-Iran dimulai pada akhir Februari.

Koridor tersebut membentang dari Istanbul melalui Suriah pasca-Assad, turun melalui Yordania dan masuk ke jaringan kereta api Arab Saudi yang sudah ada di perbatasan Haditha, dengan ambisi untuk akhirnya mencapai Oman dan Samudra Hindia. Perkiraan biaya investasi berada di sekitar lima setengah miliar dolar, dengan Asian Infrastructure Investment Bank telah berkomitmen USD750 juta untuk infrastruktur kereta api Turki di sepanjang rute tersebut.

Kebangkitan Ottoman Baru Versi Erdogan

1. Melawan IMEC

Pada September 2023, presiden AS saat itu, Joe Biden, mengumumkan Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa, yang dikenal sebagai IMEC, di G20 di New Delhi. Koridor itu dirancang untuk mengangkut barang dari pelabuhan India melalui UEA, Arab Saudi, Yordania, dan Israel, kemudian ke Eropa. Hal itu, antara lain, merupakan taruhan tersirat bahwa koneksi Israel melalui Perjanjian Abraham mengubah negara Yahudi tersebut menjadi simpul komersial yang sangat diperlukan dalam perdagangan Timur Tengah.

Erdogan sangat marah. Turki, jembatan geografis antara Asia dan Eropa selama berabad-abad, telah sepenuhnya dilewati. Dia mengatakannya dengan lantang dan berulang kali.
selanjutnya


Berita Terkini More