Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:22 WIB
Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Saat banyak negara mulai meraba dalam gelap akibat blokade Selat Hormuz dan harga minyak dunia yang bertahan di atas USD100 per barel, sebuah fenomena pertumbuhan terjadi di Indonesia. Ekonomi Indonesia justru menunjukkan anomali pertumbuhan yang menyentuh angka 5,61% pada kuartal pertama 2026.

Namun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sepanjang April hingga Mei 2026 kembali memunculkan kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi nasional. IHSG terkoreksi sangat dalam, sedangkan rupiah bergerak di kisaran Rp17.000 per dolar AS di tengah tekanan global dan meningkatnya ketidakpastian arus modal asing.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 memang mencatatkan angka yang terlihat impresif, yakni mencapai 5,61%. Namun di balik besaran angka tersebut, tersimpan kerentanan fundamental ekonomi makro yang sewaktu-waktu bisa memukul balik stabilitas perekonomian nasional.

Kondisi ekonomi domestik secara sekilas memang tampak tangguh jika merujuk pada tren peningkatan secara tahunan (year on year). Meski begitu tingginya angka tersebut belum sejalan dengan kondisi riil di lapangan, terutama jika membedah lebih dalam indikator mikroekonomi dan sektor riil.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% pada triwulan I-2026 memang layak diapresiasi sebagai capaian makro ekonomi yang positif. Namun tetap memperhatikan bahwa tantangan terbesar Indonesia ke depan adalah memastikan bahwa pertumbuhan tersebut benar-benar berkualitas, inklusif, mampu menciptakan pekerjaan formal yang layak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan.
selanjutnya


Berita Terkini More