Tanpa Seks, Dunia Tak Lagi Bergairah
Rabu, 26 November 2025 - 17:04 WIB
Tanpa seks, dunia tak lagi bergairah.
Foto/X/Grok
Ketidakamanan ekonomi merupakan faktor utama yang mendorong penurunan fertilitas secara global. Itu terungkap dalam laporan State of World Population 2025 yang diterbitkan oleh Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA). Penurunan fertilitas merupakan dampak langsung ketika dunia tak lagi dipenuhi romansa dan seks.
Kekhawatiran finansial – termasuk ketidakamanan pekerjaan, biaya perumahan dan pengasuhan anak – merupakan faktor utama yang memengaruhi lebih dari separuh responden untuk memilih memiliki lebih sedikit atau tidak memiliki anak.
Melansir Health Policy, sekitar 14.000 orang – perempuan dan laki-laki – di 14 negara yang mewakili hampir 40% populasi global diwawancarai untuk laporan tersebut. Negara-negara yang diwawancarai (dari tingkat fertilitas terendah hingga tertinggi) adalah: Korea, Thailand, Italia, Jerman, Hongaria, Swedia, Brasil, Meksiko, Amerika Serikat, India, india, Maroko, Afrika Selatan, dan Nigeria.
Ketidakamanan ekonomi merupakan faktor utama yang mendorong penurunan fertilitas secara global. Itu terungkap dalam laporan State of World Population 2025 yang diterbitkan oleh Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA). Penurunan fertilitas merupakan dampak langsung ketika dunia tak lagi dipenuhi romansa dan seks.
Kekhawatiran finansial – termasuk ketidakamanan pekerjaan, biaya perumahan dan pengasuhan anak – merupakan faktor utama yang memengaruhi lebih dari separuh responden untuk memilih memiliki lebih sedikit atau tidak memiliki anak.
Tanpa Seks, Geopolitik dan Geoekonomi Terus Terguncang
1. Krisis Ekonomi Jadi Ancaman
Menurut UNFPA, seperempat responden juga menyebutkan masalah kesehatan, termasuk kesulitan untuk hamil, sementara 19% mengatakan kekhawatiran tentang masa depan termasuk perubahan iklim, memengaruhi keputusan mereka untuk memiliki anak.Melansir Health Policy, sekitar 14.000 orang – perempuan dan laki-laki – di 14 negara yang mewakili hampir 40% populasi global diwawancarai untuk laporan tersebut. Negara-negara yang diwawancarai (dari tingkat fertilitas terendah hingga tertinggi) adalah: Korea, Thailand, Italia, Jerman, Hongaria, Swedia, Brasil, Meksiko, Amerika Serikat, India, india, Maroko, Afrika Selatan, dan Nigeria.