Putin Tak Bisa Dinego, Tak Ada Perdamaian di Ukraina
Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:43 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin tak bisa dinego.
Foto/X/WhiteHouse
Saat itu sekitar tengah malam di Moskow ketika Vladimir Putin menerima telepon dari Gedung Putih tentang proposal terbaru untuk mengakhiri perang di Ukraina. Presiden Donald Trump baru saja menghabiskan beberapa jam dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan tujuh pemimpin Eropa lainnya yang datang dalam upaya keras untuk memperkuat dukungan AS bagi posisi Ukraina.
Kini Trump memberi tahu Putin tentang apa yang menurutnya perlu menjadi langkah selanjutnya: Para pemimpin pihak yang bertikai, kata Trump, harus bertemu langsung dan mencoba mencapai kemajuan menuju perdamaian. Putin tampaknya punya rencana lain.
Setelah panggilan telepon tersebut, Kremlin mengeluarkan pernyataan yang kurang tepat, yang mengisyaratkan bahwa mungkin ada baiknya "menjajaki kemungkinan meningkatkan jumlah perwakilan" dalam perundingan damai di masa mendatang.
Apa pun artinya, tampaknya masih jauh dari menerima undangan Trump agar Putin duduk bersama Zelensky. Dalam hal lain, Rusia pada hari Senin kembali ke metode diplomasi masa perang mereka yang biasa: melontarkan ancaman, mengajukan tuntutan, dan mengulur waktu untuk melanjutkan invasi mereka ke Ukraina.
Saat itu sekitar tengah malam di Moskow ketika Vladimir Putin menerima telepon dari Gedung Putih tentang proposal terbaru untuk mengakhiri perang di Ukraina. Presiden Donald Trump baru saja menghabiskan beberapa jam dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan tujuh pemimpin Eropa lainnya yang datang dalam upaya keras untuk memperkuat dukungan AS bagi posisi Ukraina.
Kini Trump memberi tahu Putin tentang apa yang menurutnya perlu menjadi langkah selanjutnya: Para pemimpin pihak yang bertikai, kata Trump, harus bertemu langsung dan mencoba mencapai kemajuan menuju perdamaian. Putin tampaknya punya rencana lain.
Setelah panggilan telepon tersebut, Kremlin mengeluarkan pernyataan yang kurang tepat, yang mengisyaratkan bahwa mungkin ada baiknya "menjajaki kemungkinan meningkatkan jumlah perwakilan" dalam perundingan damai di masa mendatang.
Apa pun artinya, tampaknya masih jauh dari menerima undangan Trump agar Putin duduk bersama Zelensky. Dalam hal lain, Rusia pada hari Senin kembali ke metode diplomasi masa perang mereka yang biasa: melontarkan ancaman, mengajukan tuntutan, dan mengulur waktu untuk melanjutkan invasi mereka ke Ukraina.