NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?
Rabu, 16 Juli 2025 - 16:33 WIB
NATO ketar-ketir, BRICS bisa jadi aliansi militer yang tangguh.
Foto/X/@narendramodi
BRICS dengan dua anggotanya, Moskow dan Teheran, saat ini sedang terlibat dalam konflik. Bukan hanya isu ekonomi semata, tetapi keamanan menjadi agenda resmi blok tersebut. Apalagi Rusia dan China mungkin akan mendorong militer.
Hal ini berpotensi mengarah pada aliansi militer di masa depan. Apalagi, BRICS memiliki luas wilayah gabungan 39.746.220 km persegi dan perkiraan total populasi sekitar 3,21 miliar jiwa, atau sekitar 26,7% dari luas daratan dunia dan 41,5% dari populasi dunia.
"Keanggotaan Iran baru-baru ini memperkuat tren ini, mengingat keterlibatannya dalam konflik Israel-Hamas. Rusia dan Iran sudah memiliki perjanjian militer bilateral," kata Arkady Petrov, analis geopolitik, dilansir The Rio Times.
BRICS dengan dua anggotanya, Moskow dan Teheran, saat ini sedang terlibat dalam konflik. Bukan hanya isu ekonomi semata, tetapi keamanan menjadi agenda resmi blok tersebut. Apalagi Rusia dan China mungkin akan mendorong militer.
Hal ini berpotensi mengarah pada aliansi militer di masa depan. Apalagi, BRICS memiliki luas wilayah gabungan 39.746.220 km persegi dan perkiraan total populasi sekitar 3,21 miliar jiwa, atau sekitar 26,7% dari luas daratan dunia dan 41,5% dari populasi dunia.
7 Pertanda BRICS Jadi Aliansi Militer
1. Rusia dan Iran Terlibat Perang
Kekhawatiran tentang militerisasi BRICS meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Moskow telah memanfaatkan partisipasinya di BRICS untuk menunjukkan bahwa mereka tidak terisolasi secara politik maupun ekonomi."Keanggotaan Iran baru-baru ini memperkuat tren ini, mengingat keterlibatannya dalam konflik Israel-Hamas. Rusia dan Iran sudah memiliki perjanjian militer bilateral," kata Arkady Petrov, analis geopolitik, dilansir The Rio Times.