Nasihat dan Kisah Para Ulama

Jum'at, 25 Februari 2022 - 19:39 WIB
Ulama memiliki kedudukan yang terhormat karena adalah pewaris para nabi. Karenanya nasihat ulama harus dijadikan pedoman hidup. Foto Ilustrasi Dok SINDOnews
Para ulama menyatakan sesungguhnya nasihat itu hanya bermanfaat bagi orang yang menerimanya dengan hatinya. Dan seseorang tidak bisa dapat menerima nasihat kecuali orang yang bertaubat.

Ulama besar Yaman pengarang Ratib Al-Haddad, Habib Abdullah Al-Haddad (1634-1720) menjadikan perumpamaan orang tidur dan orang yang lupa untuk segera dibangunkan dan diingatkan.

Begitu pula keadaan manusia yang penuh dengan kelalaian, sehingga ia harus diingatkan. Ada yang lalai seperti orang tidur dan ada pula seperti orang lupa. Bahkan ada yang lalai seperti orang mati, tidak bisa lagi diingatkan dan ditegur.

Itu sebabnya Islam menganjurkan umatnya agar saling menasihati. Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda: "Addiin An-Nashiihah (agama adalah nasihat)".

Imam Hatim Al-Asham (wafat 237 H), seorang ulama besar Khurasan yang mendapat julukan Al-Asham (yang tuli). Imam Hatim Al-Asham tidak tuli, akan tetapi pernah berpura-pura tuli karena ingin menjaga kehormatan orang lain.
selanjutnya


Berita Terkini More