Tundukkan Israel dan AS, Iran Makin Digdaya
Selasa, 01 Juli 2025 - 19:25 WIB
Mampu tundukkan dan permalukan AS dan Israel, Iran makin digdaya.
Foto/X/Tangkapan Layar@cd4_hr
Iran menunjukkan kepada dunia bahwa mereka makin digdaya karena sukses memporak-porandakan kota-kota di Israel dan membuat Donald Trump berpikir berulang kali ketika hendak melanjutkan perang.
Padahal, militer Iran mengklaim hanya menggunakan lima persen misilnya untuk melawan Israel dan AS. Sedangkan AS dan Israel sudah hampir kehabisan misil untuk digunakan menembaki rudal dan drone Iran. Negara-negara Arab juga membujuk Iran dan AS agar tidak memperpanjang konflik.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang berlaku dalam beberapa jam. Israel mengisyaratkan keinginannya untuk meredakan ketegangan. Mungkin para perencana Israel tidak mengantisipasi respons keras Iran, atau terlalu percaya diri terhadap kerusakan yang ditimbulkan pada kemampuan militer Republik Islam.
Iran menunjukkan kepada dunia bahwa mereka makin digdaya karena sukses memporak-porandakan kota-kota di Israel dan membuat Donald Trump berpikir berulang kali ketika hendak melanjutkan perang.
Padahal, militer Iran mengklaim hanya menggunakan lima persen misilnya untuk melawan Israel dan AS. Sedangkan AS dan Israel sudah hampir kehabisan misil untuk digunakan menembaki rudal dan drone Iran. Negara-negara Arab juga membujuk Iran dan AS agar tidak memperpanjang konflik.
Bagaimana AS dan Israel Dipermalukan Iran?
1. Khamenei Jadi Pemenangnya
"Ayatollah Ali Khamenei dapat muncul sebagai pemenang sebenarnya dari konflik ini, setelah negaranya menunjukkan kapasitas yang luar biasa untuk membalas serangan Israel-Amerika," ungkap Marco Carnelos, mantan diplomat Italia, dilansir Middle East Eye.Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang berlaku dalam beberapa jam. Israel mengisyaratkan keinginannya untuk meredakan ketegangan. Mungkin para perencana Israel tidak mengantisipasi respons keras Iran, atau terlalu percaya diri terhadap kerusakan yang ditimbulkan pada kemampuan militer Republik Islam.